Kenapa harus Original?

60% konsumen yang menginstall software bajakan mengalami serangan MALWARE

2
Indonesia menempati peringkat ke 2 sebagai populasi terbesar dengan software tidak berlisensi resmi di Asia Pasifik. (Berdasarkan data survey BSA 2016)
image1
image2
Infeksi Malware terbesar ke 2 di Asia Pacific Berdasarkan survey Microsoft Malware Protection Center di tahun 2016, Indonesia mendudukiposisi 2 dengan tingkat indeks infeksi Malware terbesar di Asia Pasifik.
image3
Menurut MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan), tingkat pembajakan software di Indonesia menempati posisi nomor 4 setelah pembajakan terhadap tinta printer, pakaian, dan produk kulit.
image4
100% software ori di 5 E-Commerce 5 E-commerceĀ (Lazada, Blibli, Bhinneka, JD.ID, Blanja.com) di Indonesia telah menandatangani MoU persetujuan akan menjual 100% produk software asli demi melindungi konsumen dari pembajakan.
30
Microsoft memiliki Digital Crime Unit di 30 negara untuk memerangi Cyber Crime.
image5
image6
Menjual Software Bajakan Adalah Pelanggaran Hukum Menjual software bajakan adalah tindakan melanggar hukum yang dapat dikenakan sanksi berupa perdata maupun pidana.

Jenis pembajakan Software datang dengan berbagai bentuk

Akibat dari penggunaan

software bajakan

 

Bahaya Malware

Pencurian
informasi pribadi
(data sandi, foto, email, dll)
Pencurian
informasi finansial
(akun bank online, informasi
kartu kredit, dll)
Kinerja komputer yang
buruk
Kecepatan internet yang
lambat
Data yang hilang

Sanksi hukum

berdasarkan pasal 113 ayat 3 dan 4 UU nomor 28
tahun 2014 tentang Hak Cipta

(3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
top